Tips Jitu Mendapatkan Pinjaman Cepat Yang Aman

Tips Jitu Mendapatkan Pinjaman Cepat Yang Aman

Pinjaman cepat yang aman – Kebutuhan hidup semakin beragam membuat banyak orang kelimpungan memenuhinya. Umumnya hal ini terjadi karena pemasukan tidak sebesar pengeluaran. Sehingga banyak orang yang harus mencari pinjaman untuk menutupinya.

Namun ternyata, tidak semua orang seceroboh itu. Banyak orang yang sudah memiliki perkiraan matang untuk urusan finansialnya. Sehingga pinjaman dilakukan memang untuk menutupi kebutuhan penting dan mendesak.

Kebutuhan penting dan mendesak ini mencakup biaya pernikahan, pendaftaran sekolah, dll. Kebutuhan yang notabene memang mendesak untuk dipenuhi. Untuk itu, mereka telah memperkirakan jumlah pinjaman dengan kemampuan pembayaran.

Dewasa ini, pinjaman cepat tidak hanya bisa dilakukan di bank saja. Ada banyak fintech (finansial technology) yang menyediakannya.

Umumnya mereka memberikan pinjaman cepat lewat jalur online. Sehingga memudahkan penggunanya.Namun Anda tetap harus berhati-hati dalam mengajukan pinjaman cepat secara online ini. Beberapa rentenir ada yang berkedok fintech untuk menjerat pelanggan yang lebih banyak. Umumnya mereka tidak segan untuk mempermalukan penggunanya.

Namun, Anda tak perlu risau. Karena di situs cekaja.com, Anda bisa mengajukan pinjaman cepat yang aman. Ada hal-hal yang mencirikan suatu fintech aman atau tidak. ulasan berikut bisa menjadi sumber referensinya.  

 

1. Pastikan perusahaan Fintech terdaftar di OJK

Perusahaan finansial yang aman, pasti berani untuk mendaftar di OJK. Karena dengan begitu, semua kegiatan yang dilakukan diawasi oleh OJK. Jika ada tindak kecurangan, OJK tak akan segan untuk memperingatkannya.

Biasanya perusahaan fintech akan mencantumkan OJK di bagian bawah situs. Anda bisa cek di situs penawarannya. Jika tidak ditemukan, lebih baik jangan ajukan pinjaman. Karena banyak fintech lain yang diawasi oleh OJK.

Cari yang benar-benar aman saja. Anda juga bisa melihat daftar fintech yang terdaftar di OJK. Situs OJK akan memberikan informasi akurat mengenai hal tersebut.

Perusahaan yang diawasi oleh OJK akan mengikuti aturan yang diberlakukan. Seperti besar bunga yang tidak lebih dari 30%. Bahkan ada juga fintech yang memberikan bunga kurang dari 1%. Cek disini. Selain itu, cara penagihannya pun juga tidak asal-asalan.

 

2. Pastikan keamanan situs / aplikasi pinjaman cepat

Suatu situs bisa dilihat keamanannya dari alamatnya. Jika terdapat tanda gembok di bagian depan alamat, maka situs aman. Jika gembok terbuka atau tercoret, maka lebih baik tinggalkan.

Selain itu, hindari situs dengan penggunaan domain gratisan sehingga sulit dilacak. Karena hal ini merupakan indikasi situs tersebut tidak kredibel. Bahkan bisa jadi dibuat hanya untuk menipu. Hal ini berlaku pada semua jasa layanan. Fintech yang terpercaya pasti akan mencantumkan alamat jelas.

Anda bisa mengeceknya di google map untuk memastikannya. Umumnya penipuan terjadi saat peminjam tidak tahu keberadaan fintech tersebut. Ketahui juga nomor dan email perusahaan yang bisa dihubungi. Perusahaan yang terjamin kredibilitasnya pasti memiliki customer care. Pastikan nomor yang tertera memang bisa dihubungi.

Baca juga: Mau Mulai Bisnis Kost? Ketahui Dulu Untung Ruginya!

 

3. Baca syarat dan ketentuan yang berlaku

Setiap fintech, tentu memiliki S&K yang berlaku. Baca dengan teliti apakah ada yang mengganjal. Misalnya jika ada syarat foto kartu kredit kedua sisi. Karena 3 digit belakang nomor kartu kredit bisa digunakan pemvalidasian. Jangan sampai terjebak.

Umumnya persyaratan pengajuan pinjaman meliputi KTP, KK, NPWP, rekening 6 bulan terakhir.  Anda juga harus mempelajari sistem pembayarannya. Berapa besar bunga yang dibebankan serta denda jika terlambat.

Ketahui juga bagaimana cara mereka melakukan penagihan. Jangan sampai Anda dirugikan karena keterlambatan satu dua hari saja.

Selain itu, Anda juga hendaknya mengetahui berapa persen penaltinya. Penalti merupakan biaya jika Anda membayar lebih cepat dari tenor. Setiap perusahaan memiliki jumlah yang berbeda. Bahkan ada juga yang tidak membebankan pinalti.

 

4. Adanya mekanisme pembayaran yang jelas

Perusahaan fintech yang diawasi oleh OJK akan memperlihatkan mekanisme pembayaran. Dari mulai besar bunga, waktu pelunasan hingga simulasi cicilan. Sehingga Anda bisa memperkirakan berapa cicilan per bulan dengan pemasukan Anda.

Di situs cekaja.com, Anda bisa mengecek semua itu. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan Anda tidak merasa terbebani. Karena Anda telah mengetahui resiko pembayaran yang harus Anda tanggung.

 

5. Tidak mudah memberikan iming-iming berlebihan

Ketika Anda sedang terdesak oleh banyaknya kebutuhan, tetaplah berfikir jernih. Agar apa yang Anda lakukan tidak menimbulkan penyesalan.

Perusahaan yang melakukan penipuan, umumnya memberikan iming-iming yang terlalu tinggi. Seperti persyaratan yang terlalu mudah serta pencairan yang terlalu cepat. namun dibaliknya ada bunga harian yang mencekik Anda.

Oleh karena itu, jangan mudah tergiur kata-kata manis. Lebih baik luangkan waktu untuk sekedar membaca ketentuan yang berlaku. Situs cekaja.com dapat menjadi referensinya.

 

6. Mudah tapi tetap harus memenuhi persyaratan

Fintech yang benar-benar kredibel, pasti akan mengecek kemampuan finansial Anda. mereka akan menyesuaikan kondisi peminjam dengan batas aman pinjaman. Sehingga resiko menunggak lebih sedikit. Seperti di cekaja.com, yang memperlihatkan simulasi pinjaman. Sebelum mengetahui berapa cicilan per bulan, Anda harus mengisi formulir.

Isinya adalah tentang penghasilan, pekerjaan, beban yang ditanggung, dll. Selanjutnya akan terlihat produk perbankan apa yang sesuai kondisi Anda. Jika tidak ada, artinya kondisi Anda dinilai belum mampu membayar. Sedangkan perusahaan penipuan, umumnya tidak akan mengecek hal tersebut.

Itulah 6 ciri perusahaan pinjaman cepat yang aman. Dengan mengetahuinya, diharapkan Anda tidak terperosok ke lubang penipuan.

Yang terpenting adalah isi formulir dengan keadaan yang sebenarnya. Jangan mengelabui agar disetujui pinjamannya. Lebih baik kesulitan di awal meminjam daripada kelabakan membayar. Karena penyesalan selalu datang terlambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *