Memahami Premi Asuransi Mobil

Memahami Premi Asuransi Mobil

Polis Asuransi dan premi asuransi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketika polis asuransi sudah diterbitkan, maka kewajiban membayar premi harus mulai ditunaikan. Hak dan kewajiban berjalan seiring sejalan. Ketika kewajiban dicermati, maka hak nasabah secara otomatis juga mengikuti.

 

Pengertian Premi Asuransi

Asuransi adalah kontrak perjanjian antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Dalam kontrak asuransi dibahas mengenai besarnya premi asuransi, hak dan kewajiban konsumen, durasi kerja sama, tata cara mengajukan klaim dan poin-poin lain yang dianggap penting.

Premi asuransi adalah sejumlah nominal uang yang harus dibayarkan setiap bulan oleh nasabah, yang dalam perjanjian asuransi biasa disebut sebagai tertanggung. Pembayaran premi adalah kewajiban bagi tertanggung selama masa perjanjian berlangsung. Besaran premi yang harus dibayar setiap bulan dipengaruhi beberapa faktor yaitu harga atau nilai mobil, tahun produksi mobil, jenis asuransi mobil apakah All Risk atau TLO (Total Loss Only), domisili mobil (jenis nomor plat), misalnya nomor kendaraan asal Surabaya L, Jakarta B.

Semakin tinggi harga mobil dan semakin muda tahun produksinya maka semakin kecil pula prosentase nilai preminya, sebab kondisi mobil baru otomatis kondisi mesinnya lebih terawat dan kemungkinan kerusakan lebih kecil dibandingkan mobil yang sudah berumur beberapa tahun lebih tua.

 

Baca juga: Mengulik Dibalik Keberhasilan Bisnis Fashion Wanita yang Perlu Diketahui

 

Mencermati Nilai Tanggungan Premi

Sebelum menandatangi kontrak polis asuransi, sudah sewajarnya jika tertanggung atau nasabah menghitung besaran premi terlebih dahulu. Fungsinya agar ia dapat memperkirakan dan menyiapkan anggaran ketika saatnya jatuh tempo membayar premi. Jika tidak dihitung dan disiapkan terlebih dahulu pihak tertanggung akan merasa keberatan ketika saat membayar. Menghitung premi asuransi juga bisa menjadi salah satu cara mendapatkan penawaran terbaik dari berbagai perusahaan asuransi. Untuk mempermudah calon konsumen yang berpotensi menjadi nasabah asuransi kendaraan bermotor, tidak jarang di website milik perusahaan asuransi menyediakan tabulasi perhitungan yang bisa menghitung secara otomatis jumlah premi yang harus dibayarkan calon konsumen sesuai ketentuan.

Ketika hendak menentukan pilihan asuransi setelah menghitung premi, calon pemegang polis hendaknya juga harus memahami hal-hal berikut:

1. Pahami jaminan yang dibutuhkan

Teliti kembali kontrak polis. Hindari membeli produk yang tidak diperlukan tetapi malah menambah beban anggaran.

2. Pahami fitur apa saja yang menjadi jaminan polis yang dibeli

Tanyakan secara rinci mengenai pasal-pasal klaim kepada pihak asuransi.

3. Calon tertanggung harus proaktif meneliti latar belakang pihak asuransi

Cari tahu bagaimana pelayanan perusahaan asuransi dalam menangani klaim. Jika perlu pihak calon konsumen mendatangi jaringan bengkel yang bekerja sama dengan pihak perusahaan asuransi.

Konsumen diharapkan teliti sebelum membeli produk asuransi. Kewajiban membayar premi asuransi dan hak tertanggung untuk lebih jelasnya bisa dibaca di https://www.cekaja.com/asuransi-kendaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *