Cara Mengatur Keuangan dan Berinvestasi

Cara Mengatur Keuangan dengan Baik

Setelah bisa mengatur keuangan dengan baik, kamu bisa mulai belajar untuk berinvestasi. Banyak jenis investasi yang bisa kamu coba. Namun, apa saja investasi yang cepat menguntungkan? Simak terus yuk.

Ada 2 kata dalam keuangan pribadi yang perlu diketahui dan dipahami, yaitu penghasilan (income) dan kekayaan (wealth). Ada perbedaan diantara kedua kata ini. Penghasilan cenderung berubah dan tidak stabil, sedangkan kekayaan bersifat statis dan lebih stabil.

Penghasilan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang bersifat baik primer, sekunder, dan tersier. Sedangkan, kekayaan masih bisa kamu gunakan ketika penghasilan mu sudah tidak lagi ada. Dengan memiliki kekayaan, secara langsung kamu membangun sumber-sumber penghasilan baru melalui portofolio investasi.

Investasi?

Investasi adalah suatu kegiatan menabung baik uang maupun barang (emas, properti, saham, d.ll) yang diharapkan dapat memberikan mu keuntungan  yang besar di masa depan. Investasi ini ada banyak jenisnya.

 

1. Investasi logam mulia

Karena harga jualnya yang cenderung naik dan stabil, emas menjadi logam mulia yang dipilih banyak orang untuk berinvestasi. Hari ini saja, harga 1 gram emas sudah mencapai Rp713.000. Nilai jual emas yang tinggi ini hampir tidak pernah tergerus jaman. Sehingga banyak orang masih memilih emas untuk berinvestasi.

 

2. Investasi properti

Penduduk di Indonesia semakin banyak. Itu artinya jumlah tempat tinggal juga seharusnya semakin banyak. Namun pada kenyataannya di Indonesia, khususnya di Jakarta, lahan kosong semakin sedikit. Gedung-gedung kantor dan pusat perbelanjaan juga mendominasi. Harga properti kian meningkat setiap tahunnya.

Poinnya adalah memiliki properti sedini mungkin menjadi peluang investasi kamu. Karena harga properti semakin naik akibat banyaknya orang yang butuh tempat tinggal, properti yang sudah kamu miliki bisa kamu sewakan atau bahkan kamu jual kembali.

Baca juga: Pentingnya Investasi Saham Untuk Kaum Millenial. Ketahui Langkahnya!

 

3. Investasi reksadana

Reksadana berasal dari 2 kata, “Reksa” yaitu memelihara, dan “dana” atau uang. Reksadana adalah suatu wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portpolio efek oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

 

Ada 4 jenis Reksadana

  • Reksadana Pasar Uang
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Saham

 

Ada 3 pembagian profil risiko investor reksadana

  • Profil Risiko Rendah

Tipe ini untuk kamu yang tidak menyukai risiko tinggi dan menginginkan nilai investasinya tidak berkurang. Risiko rendah, return rendah. Sebaliknya jika risiko tinggi, return yang didapat juga tinggi. Produk Reksadana yang cocok untuk kamu adalah Reksadana Pasar Uang.

  • Profil Risiko Menengah

Tipe ini ada di atas profil risiko rendah yang artinya kamu sedikit menyukai adanya risiko. Pengetahuan kamu sebagai investor tentang reksadana cukup memadai. Produk Reksadana yang cocok untuk tipe ini adalah Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Campuran.

  • Profil Risiko Tinggi

Karena sudah sangat memahami reksadana, tipe orang dengan profil risiko tinggi akan menerima return yang besar karena sudah siap dengan risiko yang tinggi. Produk Reksadana yang cocok untuk tipe ini adalah Reksadana Saham.

2 Laporan keuangan penting

1. Laporan arus kas

Laporan ini memperlihatkan bagaimana cara seseorang mengelola penghasilannya sehingga ada porsi dari penghasilan tersebut yang dapat dikelola kembali untuk meningkatkan jumlah aset yang dimiliki.

2. Laporan kekayaan bersih

Laporan ini memperlihatkan gambaran kondisi keuangan saat ini dan bagaimana cara seseorang dalam mengelola asetnya selama ini. Dari laporan ini juga, level literasi seseorang terhadap produk keuangan dapat terlihat. Kondisi kekataan bersih yang ideal adalah ketika jumlah total keseluruhan aset jauh lebih besar dari jumlah total keseluruhan utang dimiliki.

Utang?

Gak selamanya berutang itu dinilai tidak baik. Utang juga bukan satu-satunya indikator bahwa kamu mampu mengelola keuangan mu dengan baik. Ada 2 jenis utang yang harus kamu ketahui.

1. Utang Konsumtif

Jenis utang ini tidak akan dilakukan oleh seorang yang mampu mengelola finansialnya dengan baik. Karena dari namanya saja, utang konsumtif sudah tidak terlihat baik. Utang konsumtif adalah kita berutang misalnya ngambil KTA dan dibelanjakan untuk hal-hal yang gak penting. Misalnya KTA tadi kamu belanjakan untuk nambahin koleksi sneakers baru, kredit tas perempuan mahal.

2. Utang Produktif

Ini memang utang. Namun perbedaannya dengan utang konsumtif adalah pinjaman atau utang yang kamu ajukan, kamu gunakan misalnya untuk mengembangkan bisnis dan KPR.

Dapatkan informasi lainnya seputar Investasi hanya di CekAja.com

https://www.cekaja.com/investasi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *